Menyelami Hakikat Zikir

Daftar Isi [Tampilkan]

Sumber gambar: Qaf Media

Hampir bisa dipastikan, grafik keimanan manusia selalu mengalami pasang surut (yazid wa yangqush), seperti juga roda kehidupan yang selalu berputar. Suatu saat di bawah dan pada saat yang lain berada di atas. Maka semestinya seseorang tidak larut dalam kesedihan, sebab, setelah ini kegembiraan akan menemuinya, seperti juga tidak harus tertawa-tawa, sebab, setelah itu masa sedih akan menemuinya.

Biasanya, saat kondisi mapan dan hidup berkecukupan, kadar ingat seseorang kepada Allah akan menurun karena terlalu larut dalam hal-hal duniawi. Di waktu lain kadar itu juga akan kembali stabil, bahkan naik, ketika berada dalam kondisi hidup tidak mapan; hidup serba kekurangan.

Oleh karena itu, agar selalu ingat kepada Allah Swt., perlu memperbanyak zikir. Di mana pun dan kapa pun. Agar grafik ingat kepada Allah selalu stabil, sehingga nasib pada dirinya, entah itu mapan ataupun serba kurang, selalu ingat kepada Allah Swt., Sang Pencipta alam raya.

Oleh karena itu, KH. Mahsun Muhammad, M.A. menulis sebuah buku setebal 192 halaman dengan judul “Keutamaan Zikir”. Buku ini disusun agar bisa dibaca orang dan bisa menjadi motivasi banyak orang untuk selalu berzikir, kapanpun dan di manapun.

Buku ini terdiri dari lima bab dengan sub-sub bab pada tiap-tiap pembahasannya. Bab pertama tentang berkenalan dengan dzikir, bab kedua tentang macam-macam zikir dan keutamaannya,  bab ketiga tentang zikir dengan ayat kauniyah, bab keempat tantang zikir untuk penyembuhan, dan bab kelima tantang rahasia doa mustajab.

Pada bab pertama, penulis membahas sub-sub bab dengan judul (1) keutamaan zikir dalam al-Qur’a,n (2) keutamaan zikir dalam hadis Nabi, (3) pendapat ulama tentang zikir, (4) kelebihan dzikir tersembunyi (khafy), (5) kekuatan dan faedah zikir, (6) keuntungan majelis dikir, dan (7) bahaya tidak berzikir.

Menurut KH. Mahsun, dengan mengutip pendapat Ibnul Qayim, setidaknya ada 100 faedah zikir. Di antaranya adalah (1) menghancurkan diri dari setan dan menghancurkan kekuatannya, (2) menjadi sebab dicintai Allah, (3) menjauhkan kerisauan dan kesedihan hati, (4) melapangkan dan mencerahkan hati, selalu dalam keceriaan, (5) menguatkan jasmani dan rohani, (6) menerangi wajah dan hati, dan lain-lain. (halaman 25-26)

KH Mahsun menjelaskan, bahwa bahaya bagi orang yang meninggalkan zikir adalah mudah diganggu oleh setan yang selalu menjerumuskan manusia dalam perbuatan dosa. (halalman 48)

Pada bab kedua, penulis mencantumkan sub-sub bab dengan menyebutkan macam-macam zikir berikut faedah-faedah masing-masing dikir tersebut. Seperti zikir basmalah, subhanallah, alhamdulillah, la ilaha illallah, Allahu akbar, hawqalah, astagfirullah, dan shalawat.

Menurut KH. Mahsun, di antara faedah membaca basmalah adalah (1) bisa menjadi doa dan mendatangkan keberkahan, (2) bisa membawa kebaikan, dan (3) bisa menjadi jaminan. (halaman 51-53)

Basmalah sendiri memiliki beberapa kekuatan, diantaranya adalah (1) untuk keselamatan pada perjalanan jauh atau ketika berangkat kerja, (2) dapat membuang rasa benci atau ragu-ragu untuk berbuat baik kepada orang yang membutuhkan pertolongan, (3) dapat  meningkatkan kepercayaan diri dan tidak takut membongkar kebenaran, dan lain-lain (halaman 53-54)

Untuk membaca faedah-faedah zikir lalinnya, pembaca bisa langsung membaca bukunya. Tulisan pendek ini tidak mungkin menuliskan satu-persatu secara detail.

Pada bab ketiga, sub-sub bab yang dibahas adalah (1) yang mampu membaca ayat kauniyah, (2) cara membaca ayat kauniyah, (3) praktik tadabbur ayat kauniyah, (4) ayat-ayat yang mengajak tadabbur, dan (5) zikir ayat kauniyah, Allah ingin kita sehat.

Menurut KH Mahsun, hanya orang-orang tertentu yang mampu membaca ayat kauniyah atau menangkap makna di baliknya. Mereka adalah orang-orang yang selalu berpikir, memiliki kecerdasan, berhati nurani dan lain sebagainya. (halaman 115)

Untuk bisa membaca ayat kauniyah, sebagaimana menurut Ibnu Qayyim, seseorang harus memfokuskan hati saat membaca dan mendengarkan ayat tersebut. Pasang baik-baik telinga, seolah-olah Allah sedang mengajak berbicara langsung. (halaman 120)

Pada bab keempat, sub-sub bab yang dibahas adalah (1) ketenangan sumber kesehatan, (2) meditasi zikir untuk penyembuhan, ,(3) masyarakat India dan kekuatan prana, (4) semua benda dapat menerima pesan, dan (5) contoh berdialog dengan air.

KH Mahsun menjelaskan, sebenarnya zikir bisa digunakan untuk meditasi. Dalam masyarakat Jawa dikenal sitilah tetapa (bertapa), sebagaimana Nabi Muhammad Saw. dulu ber-tahannus di Gua Hira. Meditasi seperti ini bisa mendatangkan beberapa kekuatan luar biasa yang bisa bermanfaat untuk penyembuhan. (halaman 154-155)

Pada bab terakhir atau kelima, penulis membahas sub-sub bab berupa (1) rukun-rukun doa mustajab, (2) ilustrasi doa makbul, dan (3) pesan untuk pezikir agar meraskan kekuatan zikir.

KH Mahsun menjelaskan, setidaknya ada enam hal yang menjadi rukun doa mustajab, yaitu (1) khusyuk saat berdoa, (2) tunduk dan merendah diri di hadapan Allah, (3) menggantungkan diri hanya kepada Allah, (4) memutuskan segala ketergantungan kepada sebab, (5) memuji Allah (mengucap hamdalah) dan shalawat kepada Nabi Saw, dan (6) optimis doanya akan dikabulkan. (halaman 164-166)

Buku ini cocok untuk siapapun, terutama bagi kita yang masih kurang luas tentang wawasan zikir dan masih jarang berzikir pula. Membaca buku ini, membuat diri semakin bisa menjiwai zikir yang sebenarnya.

Identitas buku:

Judul: Kekuatan Zikir

Penulis: KH. Mahsun Muhammad, M.A.

Penerbit: PT Qaf Media Kreativa

Cetakan: I, Februari 2021

Tebal: 192 halaman

ISBN: 978-602-5547-79-9

Peresensi:

Muhamad Abror, Pengasuh Madrasah Baca Kitab, Mahsantri Ma'had Aly Sa'idusshidddiqiyah Jakarta, Alumnus Pondok Pesantren KHAS Kempek Cirebon

 

 

 

 

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1


Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel