Merealisasikan Makna Asmaul Husna Dalam Kehidupan

Daftar Isi [Tampilkan]

 

Identitas Buku:

Judul Buku                   : Rahasia Asmaul Husna  Mengungkap Makna 99 Nama Allah

Penerjemah                   : Zainul Maarif, Lc., M.Hum

Diterjemahkan dari  : Kasy al-Ma’na ‘an Sirri Asma ‘Allah al-Husna

Penulis                         : Ibnu Arabi

Tebal                           : 260 Halaman

Penerbit                     : TUROS KHAZANAH PUSTAKA ISLAM

ISBN                           : 978 – 602 – 1583 – 33 – 3 

            Asmaul Husna merupakan manifestasi bahwa Allah adalah dzat yang sepantasnya untuk disembah. Asmaul Husna secara bahasa berarti nama-nama yang baik yang berjumlah 99 nama. Mengenai Asmaul Husna Allah telah menyatakan dalam Al-Qur’an surah al-A’raf ayat 180 yang artinya “ Allah memiliki nama-nama yang agung, maka mintalah kepada-Nya dengan menyebut nama-nama itu. Tinggalkanlah orang-orang yang menyimpang dari kebenaran dalam (menyebut) nama-nama-Nya. Kelak mereka akan mendapat balasan atas apa yang telah mereka kerjakan.” Maka dari itu, kita sebagai umat Islam dianjurkan untuk mempelajari dan mengetahui Asmaul Husna. Dengan begitu keyakinan kita kepada Allah semakin kuat dan hati tidak tidak tergoyahkan.

            Memahami dan mempelajari Nama-nama Allah (Asmaul Husna) bisa mendatangkan beragam keutamaan, faedah, keuntungan dan manfaat. Sejumlah dalil secara jelas telah menegaskan beberapa keuntungan tersebut, antara lain, membuat jiwa kita lebih tenang, hati kita lebih tentram, dan dada kita lebih lapang. Di akhirat nanti, orang-orang yang mengenal dan memahami Asmaul Husna dijanjikan oleh Allah akan mendapatkan surga Firdaus, melihat Allah yang Maha Agung lagi Maha Mulia, meraih ridha-Nya, dan selamat dari kemurkaan serta siksaan-Nya.

            Buku yang berjudul Rahasia Asmaul Husna Mengungkap Makna 99 Nama Allah ini merupakan terjemahan dari kitab Kasyf al-Ma’na ‘an Sirri Asma ‘Allah al-Husna yang dikarang oleh Ibnu Arabi. Beliau merupakan seorang sufi sekaligus filsuf besar yang berasal dari Andalusia (Spanyol). Ibnu Arabi membahas nama-nama Tuhan dalam buku ini. Semua nama-Nya sangat ideal hingga disebut sebagai nama-nama yang bagus (Asmaul Husna).

            Adapun nama-nama Allah swt. yang diajarkan oleh Allah kepada kita melalui hadis Nabi Muhammad saw. berjumlah 99 nama. Ibnu Arabi memaparkan bahwa pada diri manusia itu ada kebutuhan terhadap nama-nama Ilahi secara mutlak, manusia itu harus mengetahui tentang makna nama-nama itu yang sesuai dengan Allah swt. dan yang sesuai dengan dirinya, dan nama-nama Tuhan juga dapat direalisasikan dan dipraktikkan oleh manusia sesuai dengan kapasitasnya dalam kehidupan sehari-hari.

            Misalnya nama as-Shabur yang berarti yang maha sabar. Tuhan yang diagungkan tentu layak disebut sebagai Dzat yang maha sabar. Namun manusia, menurut Ibnu Arabi, juga bisa disebut sebagai “yang maha sabar.” Syaratnya “orang itu ketika disakiti oleh orang lain, ia sanggup menahan diri untuk mengalahkan, menyerang, membalas, atau berdoa buruk bagi mereka yang menyakiti, meskipun orang itu sanggup untuk melakukan itu semua. Orang yang sabar semacam itu merupakan orang yang menginternalisasikan nama Allah Yang Maha Sabar pada dirinya.

            Nama-nama Allah swt. terdiri atas dua bagian. Yang  pertama, nama-nama yang diajarkan oleh Allah kepada kita. Yang kedua, nama-nama yang pengetahuan tentangnya dimonopoli oleh Allah sendiri dalam pengetahuan gaib-Nya. Tidak ada satu makhluk pun yang mengetahuinya (Hlm.42). Nama-nama Allah jenis pertama itu terbagi dua lagi. Pertama, nama-nama yang diketahui oleh hamba-hamba Allah secara umum. Kedua, nama-nama yang hanya diketahui oleh hamba-hamba Allah swt yang khusus. Nama yang hanya diketahui oleh orang tertentu seperti nama yang paling agung (al-ismul a’zham), kumpulan nama-nama yang dijaga ( asmaul ihsha’) dan lain sebagainya.

            Pengarang buku ini telah berusaha menyingkap rahasia di balik nama-nama bagus Tuhan bagi hamba-hamba Allah, demi menempatkan mereka di tempat yang paling mulia dan agung. Karena itu sang pengarang menamai buku ini dengan Kasyf al-Ma’na ‘an Sirri Asma’ Allah al-Husna (Menyingkap Makna Rahasia Nama-nama Allah Yang Bagus). Sebenarnya Ibnu Arabi juga telah mengarang dua tulisan lain yang setema. Tulisan pertama berjudul Kitab Syarh al-Asma’ al-Husna (Buku Penjelasan Nama-nama Allah Yang Bagus). Tulisan kedua berjudul Manafi’ al-Asma’ al-Husna (Berbagai Manfaat Nama-nama Allah yang Bagus). Hanya saja buku yang ada di tangan pembaca ini lebih unggul dari kedua karangan tersebut dari segi kelembutan dan ketelitian dalam mengungkapkan pikiran terdalam pengarangnya. Juga buku ini membahas hubungan mendalam antara nama-nama Ilahi dengan makhluk Allah swt.

            Dalam buku ini, Ibnu Arabi  mampu menguraikan dan menjelaskan makna Asmaul Husna secara mendalam melalui tiga aspek yaitu ta’alluq (kebutuhan manusia terhadap makna itu), tahaqquq (Makna hakiki nama itu bagi Tuhan dan bagi manusia) dan takhalluq (Internalisasi dan praktik atas nama itu). Sehingga bagi yang membaca buku ini akan mendapatkan wawasan mengenai hakikat Asmaul Husna itu sendiri, bukan hanya sekedar hafal atau mengetahuinya. Dan setelah mengetahui tiga aspek di atas, diharapkan setiap orang mampu menginternalisasikan dan mempraktikkan makna nama-nama itu dalam kehidupan sehari-hari.

            Buku ini sangat cocok untuk dibaca oleh segenap orang Islam yang sangat ingin mengenal Allah swt. melalui nama-nama-Nya yang bagus. Karena untuk mengenali seseorang tidak cukup tahu namanya saja tapi harus tahu akan sifat-sifat yang dimiliki orang tersebut. Begitupun dengan Allah, untuk mengenal Allah dengan keyakinan yang kuat kita perlu tahu akan nama-nama Allah. Karena nama Allah tersebut telah menggambarkan sifat-sifat-Nya yang tinggi dan luhur.

            Buku terbitan TUROS ini, yang merupakan terjemahan dari kitab karya Ibnu Arabi memiliki banyak kelebihan. Diantaranya ada penjelasan-penjelasan yang perlu ditambahkan oleh penerjemah yang diletakkan di catatan kaki. Sehingga bagi pembaca yang kurang paham terhadap pemaparan Ibnu Arabi bisa melihat penjelasan penerjemah yang ada di bawahnya. Dan juga dalam buku ini terdapat glosarium yang tidak terdapat di buku yang diterjemahkan. Glosarium ini ditulis oleh penerjemah untuk penjelasan lebih lanjut dengan referensi dari luar buku ini. Selamat membaca ! Wallahu a’lam bissawab.

Peresensi: M.Rizal, santri PP.Annuqayah daerah Lubangsa Selatan sekaligus Mahasiswa Institut Ilmu Keislaman Annuqayah jurusan Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir.



Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1


Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel