Pancasila Sebagai Payung dalam Keanekaragaman Indonesia

Daftar Isi [Tampilkan]

Indonesia merupakan Negara yang dihuni oleh banyak keragaman, dari mulai keragaman suku, ras, etnis, budaya, bahkan keberagaman agama. Negara yang dihuni oleh 274 juta jiwa ini memiliki 712 suku, 1.100 bahasa, 17.504 pulau dan memiliki 6 agama resmi. Meski keragaman Indonesia sangat besar, namun hingga kini bangsa Indonesia tetap dalam kesatuan dan persatuan, yang dibingkai dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Keutuhan bangsa Indonesia yang akan terus mewujud karena Indonesia memiliki konsepsi nilai luhur bersama yang menjadi jati diri bangsa. Konsepsi itu adalah ideologi bangsa sendiri, yakni Pancasila. Ideologi yang dapat diterima oleh keberagaman Indonesia. Pancasila menjadi titik temu antar berbagai suku, ras, etnis, budaya, bahkan agama. Semuanya bermuara pada titik sakti Pancasila.

Meskipun bangsa Indonesia menghadapi era disrupsi dan geo politik yang mau tidak mau harus dihadapi dengan seabreg tantangan dunia global, jika Pancasila terus menjadi tali simpul antar bangsa, semua itu akan dihadapi oleh bangsa Indonesia dengan tetap mempertahankan identitas bangsa Indonesia, sebagai bangsa yang kokoh dalam keharmonisan budaya. Dengan Pancasila, bangsa Indonesia akan menghadapi tantangan global dengan optimis, tanpa menghilangkan jati diri bangsa.

Bung Karno mengibaratkan Pancasila Sebagai Philoshopiche Grondslag atau falsafah dasar Negara. Bukan hanya itu, pada pidato sang Proklamator di depan BPUPK pada 1 Juni 1945, ia menyatakan bahwa Pancasila adalah "walthanschauung" atau pandangan dunia bagi segenap individu bangsa Indonesia yang dapat mempertemukan apapun keberagaman yang di miliki oleh bangsa Indonesia.

Yudi Latif dalam bukunya menjelaskan bahwa keanekaragaman bangsa Indonesia memiliki potensi besar adanya persaingan negatif, bahkan saling bermusuhan. Bahkan pada titik yang paling buruk, hal itu sudah terjadi dengan adanya aksi bom yang dilakukan terorisme, ujaran kebencian dan saling caci maki antar bangsa, terutama di saat tahun politik. Akan tetapi dengan adanya Pancasila, semua itu dengan mudah dapat disudahi dan tidak menjadi problem mengglobal.

Melalui sila pertamanya, "Ketuhanan Yang Maha Esa", bangsa Indonesia bebas memeluk agamanya masing-masing. Satu sama lain antar pemeluk agama-agama resmi di Indonesia dapat saling menghormati. Agama-agama dapat mengimplementasikan nilai-nilai luhurnya sebagai ajaran suci yang mengajarkan arti persaudaraan dan persatuan.

Melalui sila kedua, "Kemanusiaan yang adil dan beradab", bangsa Indonesia memiliki hak dan kewajiban yang sama sebagai warga bangsa yang menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan. Dengan sila ini setiap individu bangsa Indonesia terpayungi dalam nilai kemanusiaannya, tanpa dibatasi perbedaan.

Melalui sila ketiga, "Persatuan Indonesia", bangsa Indonesia akan bangga menjadi warga Negara dengan selalu didasarkan atas nilai-nilai persatuan. Apapun yang datang dalam era globalisasi yang bisa saja mengancam bangsa atau ideologinya, nilai persatuan Pancasila menjadi kekuatan untuk membentengi semua itu.

Melalui sila keempat, "Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan dan perwakilan", bangsa Indonesia memiliki karakter yang mendahulukan nilai-nilai bijaksana dan mengutamakan musyawarah dalam menghadapi persoalan. Dengan begitu, solusi terbaik atas apapun persoalan yang dihadapi bangsa akan selalu terwujud. Harmoni nilai kebijaksanaan dan musyawarah menjadi benteng Kokohnya persatuan bangsa.

Sedangkan melalui sila kelima, "Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia", bangsa Indonesia dituntut untuk bekerjasama, gotong rotong, dan inovatif dalam tujuan yang mulia, yaitu keadilan sosial. Keadaan sosial dalam segala bidang, baik berbangsa, bernegara ataupun beragama. Melalui sila ini pula kesejahteraan dimiliki oleh setiap individu bangsa Indonesia.

Pada akhirnya, Pancasila adalah simpul sakti untuk keberagaman bangsa Indonesia. Dengannya, persoalan bangsa dan negara, bahkan agama, mudah ditemukan problem solvingnya, karena Pancasila mampu memayungi seluruh keberagaman yang ada di Indonesia [].


Artikel Asli dimuat di www.fkmthi.com

Tim Redaksi.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1


Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel